Jumat, 01 Februari 2019

SURVIVAL


Survival
TEKNIK JUNGLE SURVIVAL

Secara umum, materi materi yang ada di dalam pendidikan dasar seorang pencinta alam adalah untuk bertahan hidup. Entah itu mounteneering, panjat tebing, psikologi alam bebas, konservasi sumber daya alam, PPGD, dan lain lain.

Oleh karena itu dalam kesempatan kali ini saya ingin menuliskan tentang beberapa teknik bertahan hidup di alam bebas. Tulisan ini saya sarikan dari beberapa sumber, diantaranya dari materi Pendidikan Dasar Mahadipa dan materi DIKLATSAR SWAPENKA.


Kembali pada Teknik Jungle Survival, secara umum teknik ini dibagi menjadi dua macam tindakan. Tindakan yang pertama adalah tindakan secara umum atau biasa dikenal oleh para pencinta alam dengan teori STOP. Tindakan berikutnya adalah tindakan pada saat terjadi musibah. Baiklah, mari kita mulai membicarakan tentang beberapa tindakan secara umum.


Tindakan Umum


Dalam menghadapi situasi yang sulit berusahalah untuk tetap tenang, istirahat yang cukup, perhatikan kondisi tubuh. Dan ingat pedoman STOP

S = Stop, berhenti dan beristirahat
T = Thinking, berfikir dan menyadari masalah yang dihadapi
O = Observe, mengamati keadaan sekeliling
P = Planning, membuat rencana mengenai tindakan yang akan dilakukan.


Problem yang dihadapi seseorang akan lebih banyak daripada berkelompok, karena semua resiko yang akan terjadi hanya dihadapi sendirian. Jangan bertindak sendiri sendiri jika survivor lebih dari satu orang.

Adanya pembagian tugas dan kerjasama kelompok dapat menghemat waktu dan tenaga. Demikian juga masalah psikologis akan lebih teratasi.

Tumbuhkan rasa kebersamaan berkelompok dan toleransi antar individu. Pilih salah seorang yang dianggap mampu untuk jadi pemimpin. Buatlah rencana dan ambil keputusan berdasarkan musyawarah.

Tindakan Saat Musibah

Beberapa pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk tetap tinggal di lokasi dan menunggu pertolongan tim SAR adalah :

Survivor mengetahui bahwa telah terindeks oleh hubungan radio. Atau rute perjalanan ada yang mengetahui.

Cari daerah terbuka untuk memudahkan tim SAR mengetahui dan bisa melakukan komunikasi lapang.

Cari lokasi yang terdapat sumber air dan persediaan makanan.

Menangani survivor yang menderita

Tindakan yang perlu dilakukan :

• Rawat survivor yang menderita atau sakit
• Membuat tempat berlindung yang aman dari cuaca buruk dan hewan yang berbahaya
• Hemat persediaan makanan yang ada dan berusaha untuk mencari tambahan di sekitar lokasi
• Siapkan dan buatlah tanda darat ke udara dengan piroteknik maupun dengan benda lainnya. Seperti smoke signal, flare, cermin, kain warna kontras, asap hasil membakar sampah, dan lain lain.

Tindakan bila meninggalkan lokasi :

1. Siapkan bahan dan perlengkapan yang berguna dan dapat dibawa dalam perjalanan
2. Tentukan arah yang dituju berasarkan kompas, matahari, atau alat penunjuk lainnya.
3. Tinggalkan pesan yang berisi jumlah survivor, kondisi fisik, perlengkapan dan bahan yang dibawa, serta arah yang dituju
4. Buatlah jejak yang jelas selama melakukan perjalanan
5. Ikuti punggungan gunung dan jangan mengikuti lembah atau sungai apabila berada di daerah pegunungan
6. Carilah makanan dan air sebelum persediaan yang dibawa habis
7. Cari dan buatlah tempat perlindungan atau bivak dan hindari melakukan perjalanan malam
8. Buatlah perapian untuk memasak, menghangatkan tubuh untuk melindungi diri dari serangga dan binatang buas.

Begitulah para netter, langkah langkah yang ada baiknya untuk kita mengerti dalam Teknik Jungle Survival. Sebagai tambahan, berikutnya saya akan menuliskan beberapa materi tentang Pionering, tambahan sedikit tentang survival, dasar dasar teknik packing yang menarik untuk kita ketahui, dan yang terakhir adalah tentang teknik pembuatan bivak secara umum.


PIONERING SURVIVAL PACKING BIVAK

I. PIONERING

Pengetahuan pionering dimaksudkan untuk memberikan petunjuk bagaimana seorang penjelajah melakukan perjalanan di alam bebas. Hal ini dimaksudkan untuk membantu seorang penjelajah untuk merambah hutan atau daerah yang sangat rawan dalam maksud apapun yaitu dengan jalan pemilihan lintasan yang nantinya akan membantu seorang petualang.
Yang perlu diperhatikan oleh seorang pioner adalah bagaimana dia membawa diri atau kelompoknya untuk mencapai target yang disepakati dengan selamat. Oleh sebab itu seorang pioner harus memiliki pengetahuan dalam mencari jalan yang baik, enak, dan nyaman. Kedua adalah mencari tempat berlindung yang baik serta mampu membaca situasi disekelilingnya. Ketiga membuat perapian. Keempat adalah dapat mencari makanan (survival).

Pemilihan lintasan ini ada beberapa cara antara lain yang sering dilakukan adalah:
1. Memilih jalan setapak yang telah dibuat oleh penduduk setempat atau jalan yang telah biasa dilalui oleh sekelompok binatang hutan. Dapat juga memilih lintasan yang mudah yaitu dengan mengikuti aliran sungai yang dangkal dan daerah yang terbuka.
2. Mengikuti punggungan gunung.
Tetapi harus hati-hati dalam memilih jalan ini karena binatang buas sering menggunakan jalur ini karena lebih baik mencari mangsa di ketinggian dan lebih aman.

Membaca jejak sangat berguna bagi seorang pioner.

Biasanya pembacaan jejak dilakukan dengan jalan:

1. Membaca tanda-tanda jejak yang terdapat di tanah.
2. Terdapat ranting patah.
3. Sisa makanan.
4. Cacat khusus pada pohon atau tanaman.
5. Dan sebagainya.

Cara membaca jejak dapat dilakukan dengan memperhatikan sekeliling apakah ada keanehan atau perubahan disekeliling dengan tanda-tanda khusus seperti didsebutkan di atas.

Dalam mencari tempat berlindung yang baik dan perlu diingat adalah :

1. Mencari suatu tititk ketinggian dari daerah sekitarnya.
2. Memperhatikan arah mata angin.
3. mencari tanah yang kering.
4. Dianjurkan jangan di bawah pohon lapuk.

II. SURVIVAL
Tiba-tiba pada suatu saat anda berada pada lokasi yang terisolir jauh dari peradaban. Oleh karena itu, maka dituntut suatu usaha untuk mempertahankan hidup dengan memanfaatkan keadaan yang ada disekitar. Hal ini berarti alam beserta isinya bukanlah merupakan kawan atau lawan. Sebenarnya alam tidak memihak, jadi dalam hal ini faktor penting dalam survival adalah kemauan untuk tetap hidup dan kemauan untuk mencari makan.

S - Sadarilah sungguh-sungguh situasi kita
U - Untung malang tergantung ketenangan kita
R - Rasa takut dan panik harus kita kuasai
V - Vakum berarti kekosongan, isilah segera
I - Ingatlah dimana kita berada
V - Vivo (vivere) berarti hidup, hargailah hidup
A - Adat istiadat perlu ditiru
L - Latihlah diri kita dan belajarlah selalu

Dari uraian diatas dapat disimpulkan difinisi dari survival, yaitu :

- Suatu usaha untuk mempertahankan hidup dalam keadaan darurat dan berusaha untuk mengatasinya dengan memanfaatkan potensi yang ada.
- Perjuangan untuk hidup.

Survival sendiri terdiri dari survival darat dan survival laut. Dapat dibagi lagi berdasarkan jenis medannya, sehingga dikenal :

a. Survival di hutan.
b. Survival di laut.
c. Survival di padang pasir.
d. Survival di kutub.

Pedoman yang harus digunakan

Hiduplah dengan segala yang ada disekitar kita, jangan menggantungkan diri pada bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas.
Dalam kalimat diatas pedoman yang harus digunakan adalah pedoman untuk HARUS HIDUP yang berarti :

H - Hadapilah situasi sulit dengan tenang dan bijaksana
A - Akal merupakan senjata ampuh
R - Rasa takut harus dihilangkan
U - Usaha melepaskan diri dari berbagai hal
S - Semangat dan tekad untuk mepertahankan hidup
H - Hormati adat setempat
I - Istirahat
D - Jangan sampai terjebak
U - Usahakan selamat dan jaga kesehatan
P - Praktekkan

Problema dan Tindakan

Pada dasarnya permasalahan di alam bebas dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu ; Masalah alam, Masalah diri sendiri, dan Masalah makhluk hidup lain.
Untuk melindungi tubuh dari pengaruh cuaca maka perlu pengetahuan perlengkapan yang digunakan dan cara-cara.

Membuat perlindungan.

Dalam keadaan demikian membuat api banyak gunanya seperti menghangatkan tubuh, memasak makanan dan minuman, mengusir binatang, asapnya bisa mengusir serangga, dan dapat digunakan untuk membuat tanda-tanda darurat. Untuk itu harus dikenal cara-cara membuat api.

Mengenal api

Api adalah sahabat sejati dalam kegiatan alam bebas. Dengan adanya api, moral para petualang sedikit banyak akan lebih tenang. Yang penting diperhatikan adalah apa yang disebut “segi tiga api” yakni : Udara, panas, bahan bakar. Jika salah satu tidak ada maka tidak ada api. Ketika membuat api usahakan ada ventilasi yang baik agar udara bebas keluar masuk. Setelah itu sediakan bahan bakar dan sumber panasnya.

III. PACKING

Ketika anda memutuskan untuk melakukan perjalanan di alam bebas maka perhatikan terlebih dahulu perlengkapan anda. Apakah sudah siap untuk dibawa dan tidak ada yang ketinggalan dan dikemas dalam suatu wadah yang kuat meskipun barang-barang yang anda bawa sedikit dan ringan.
Ransel merupakan tempat barang-barang yang lazim digunakan di alam bebas atau mendaki gunung dan yang paling penting pada ransel adalah :

1. Sabuk penggendong atau shoulder strap

Menyilang di bahu
- dilapisi busa dari bahan yang lentur supaya bahu tidak merasa sakit.
- Sabuk penggendong cukup lebar agar beban tersebar merata diseluruh bahu.
2. Sabuk pinggang
- penting bila beban sangat berat
- membuat ransel menempel mantap di punggung
- dan beban ransel sewaktu-waktu dapat dapat dipindah di pinggang
3. Memilih ransel yang memiliki ruang cukup luas
- barang bawaan yang diperlukan dapat dibawa
- ruang dapat digunakan untuk meletakan barang yang tidak terlalu berat dan diperlukan sewaktu-waktu.

A. Pengepakan

Pengepakan adalah suatu cara atau seni bagaimana meletakkan barang dalam ransel seefisien mungkin, rapi serta memiliki bentuk ransel yang bagus. Teknik pengepakan yang baik nantinya akan menentukan kenyamanan kita dalam melakukan perjalanan di alam bebas. Prinsip-prinsip yang harus dipegang dalam pengepakan:

2. Letakkan barang yang berat pada bagian atas dan barang yang ringan pada bagian bawah. Hal ini merupakan pengetahuan dasar yang diperlukan karena berat ransel akan jatuh pada pundak yang merupakan bagian tubuh yang kuat. Membagi berat ransel agar antara sisi kanan dan kiri seimbang.
3. Letakkan barang-barang yang diperlukan selama perjalanan di bagian atas serta urutkan barang-barang menurut fungsinya lalu letakkan barang-barang sesuai kebutuhan. Misalnya perlengkapan tidur pada bagian bawah, pakaian di atasnya, kemudian peralatan masak tenda dan ponco dapat diletakkan di bagian atas agar pada saat hujan, ponco mudah untuk diraih.

Memanfaatkan ruangan yang ada dalam ransel seefisien mungkin, misalnya tempat makan (nasting) yang memiliki ruang kosong.

1. Bawa pakaian hangat dan jaket, kalau bisa parasit.
2. Sarung tangan untuk menghangatkan tangan
3. Topi/kerpus untuk menghangatkan bagian kepala terutama otak
4. Ponco
5. Tenda
6. Perelengkapan tidur
7. Perlengkapan masak
8. Makanan lebih baik yang banyak mengandung lemak dan protein serta karbohidrat
9. Korek api
10. Peralatan menjahit
11. Kaos kaki
12. Kantong plastik dan karet
13. Alat penerangan
14. Parang
15. Perlengkapan pribadi, okbat-obatan, peralatan sholat, perlengkapan mandi, dll.


IV. BIVAK

Pengertian yang umum adalah tempat tinggal sementara untuk bertahan hidup yang besifat melindungi dari serangan hawa panas atau dingin dan tempat untuk beristirahat. Hal ini berhubungan dengan survival dalam hal mencari tempat berlindung untuk melakukan pertahanan hidup dari kondisi lingkungan yang buruk. Pembuatan bivak dapat dilakukan dengan bahan-bahan yang diperoleh dari alam, seperti daun dan ranting kayu.
Bila seorang pendaki atau bersama-sama pastikan membawa tenda atau minimal jas hujan dan kantong plastik besar. Tenda merupakan tempat yang paling baik untuk beristirahat dan menentukan target berikutnya untuk esok hari dalam perjalanan serta aman dari angin dan hujan. Untuk itu diperlukan pengetahuan untuk mendirikan bivak yang sesuai dengan syarat:

1. Bangun pada tempat yang datar
2. Jangan mendirikan bivak di puncak gunung
3. Jangan mendirikan tenda di puncak dan terbuka untuk menghindari bahaya petir
4. Jangan mendirikan tenda tepat di tempat yang cekung
5. Hindari pendirian tenda tepat di bawah kayu lapuk atau mati
6. Tempatkan bagian terbuka dari bivak berlawanan dengan arah mata angin. Dengan mengetahui arah mata angin, maka lebih mudah membaca jatuhnya air hujan sehingga dapat menentukan tempat perapian yang baik.

A. Tempat membangun bivak

Pada dasarnya bivak bisa dibuat di atas pohon dengan jalan membuat penyangga. Usahakan dengan menggunakan bahan yang kuat seperti bambu, kayu, dll.

Pada umumnya bivak dibuat di atas tanah yang dapat dilakukan pada:

1. Bekas pohon yang telah tumbang yang membentuk rongga di bawahnya. Tetapi harus diperhatikan kualitas kayunya demi keselamatan kita.
2. Bila ditemukan gua sebaiknya diperiksa sekitar gua apakah ada jejak, bau amis, sisa kotoran dari binatang buas. Jika tidak ada, gua dapat ditempati tetapi sebelumnya harus dibersihkan dulu.
3. Membangun dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
4. Pada daerah yang berbatu, carilah daerah berbatu kokoh dan tidak mudah runtuh.

B. Cara membangun bivak

1. Lakukan penyesuaian antara tempat dengan tenda yang kita bawa. Itu kalau kita membawa tenda.
2. Ponco atau kantong plastik.
3. Menggunakan bahan-bahan alam.

Para netter, itu adalah pengetahuan dasar tentang bagaimana seharusnya kita bertahan hidup di alam bebas. Sepintas memang ini seperti hanya teori saja dan sulit untuk dipraktekkan jika kita benar benar berada di posisi sebagai survivor. Namun demikian setidaknya hal yang sederhana diatas bisa sedikit membantu manakala kita ada di posisi yang tidak kita inginkan. Terimakasih dan semoga bermanfaat meskipun hanya sepenggal.

Salam Lestari...!!

NAVIGASI DARAT UNTUK PETUALANGANMU


NAVIGASI DARAT
Oleh : Khotim Mahfud

            Navigasi Darat adalah suatu tekhnik untuk menentukan kedudukan suatu tempat dan arah lintasan perjalanan secara tepat baik di medan sebenarnya maupun pada peta. Pada awalnya, istilah navigasi dipakai dalam pelayaran maupun penerbangan, namun sekarang ini telah umum dipakai dalam pengembaraan di gunung, rimba, sungai dan sebagainya. Orang yang bertanggung jawab dalam hal navigasi biasa disebut navigator.Berkaitan dengan pengertian tersebut, pemahaman tentang kompas dan peta serta cara penggunaannya mutlak harus dikuasai.
Pada prinsipnya navigasi adalah cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator berada di medan sebenarnya yang diproyeksikan pada peta. Kunci pemahaman navigasi hanya 2 macam, yaitu :
1. Mampu merekam dan membaca gambar permukaan fisik bumi
2. Mampu menggunakan peralatan pedoman arah.
Alat yang diperlukan untuk melakukan Navigasi Darat, antara lain : Peta – Kompas – Altimeter – Protaktor – Alat Tulis – Penggaris.
Menyadari betapa pentingnya ketiga hal diatas, maka timbul pepatah : “peta dan kompas serta kemampuan untuk menggunakannya merupakan tiket ke tempat manapun di alam bebas”.
A.  PETA
Secara umum, peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) keseluruhan atau sebagian dari permukaan bumi yang diproyeksikan dengan perbandingan/skala tertentu. Peta sendiri, kemudian berkembang sesuai dengan kebutuhan dan penggunaannya.
Peta menurut jenisnya, Yaitu :
a.       Peta Geografis
Menyajikan gambaran proyeksi dari seluruh permukaan fisik bumi.
Ex : Atlas, Globe.
b.      Peta Topografi
Menyajikan gambaran proyeksi dari bagian permukaan fisik bumi..
Ex : Peta Indonesia, Peta G. Merbabu
Peta ini Berskala 1 : 25.000 - 1 : 250.000
c.       Peta Tekhnis
Menyajikan gambaran proyeksi permukaan fisik bumi untuk menunjang kebutuhan-kebutuhan tekhnik tertentu.
Ex : Peta jaringan jalan raya, Peta Jaringan rel kereta api
Peta ini Berskala 1 : 25.000
d.      Peta Tematik
Menyajikan data dan informasi yang mempunyai tema tertentu. Sehubungan dengan kedudukan geografisnya.
Ex : Peta kepadatan penduduk Indonesia


B.     MENGENAL TANDA MEDAN
1. Tanda-Tanda Medan
a.  Tanda medan dari alam
sebagian dari bentuk bumi yang tidak dapat dipisahkan dari bumi.
Misal : gunung, lembah, danau, sungai, dsb.

b.  Tanda medan buatan manusia
suatu tanda medan yang berada diatas bumi yang bukan bagian dari bumi.
Misal : jalan, bangunan, pagar, jembatan, dsb.
c.   Titik tanda
 bagian atau tanda lapanganyang jelas kelihatan dari bentuk dan warnanya.

2. Klasifikasi Medan
                  a.     Dataran rendah
dataran yang letaknya 0 mdpl – 400 mdpl.
                  b.     Dataran tinggi
dataran yang letaknya mulai dari 400 mdpl dan lebih tinggi dari itu.
                  c.     Igir gunung
dataran yang menghubungkan antara bukit dengan bukit atau gunung dengan gunung lain.
                 d.     Lembah
sebagian medan yang merupakan dataran yang terjurung atau dikelilingi oleh bukit-bukit.
                  e.     Hutan
bagian medan yang ditumbuhi pohon-pohon yang rendah dan tinggi.
                   f.     Hutan sagu, bambu, rotan dan aneka hasil hutan
merupakan daerah yang sering dirambahi manusia dan dekat dngan pemukiman.
                  g.     Rimba
hutan primer yang sukar atau sama sekali tidak pernah dilalui oleh manusia.
                  h.     Perkebunan
daerah atau dataran yang ditanami dengan tanaman tertentu secara teratur dan terpelihara.
                    i.     Rawa
dataran yang digenangi oleh air laut, sungai atau danau.

C.  KOMPAS
Kompas adalah alat penunjuk arah. Karena sifat kemagnetannya, jarum kompas akan selalu menunjuk arah Utara-Selatan (jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi). Akan tetapi perlu diingat bahwa arah yang ditunjuk oleh jarum kompas tersebut adalah arah utara magnetis bumi, jadi bukan bumi utara sebenarnya.
Bagian-bagian Kompas
Secara fisik kompas terdiri dari :
·         Badan, tempat komponen-komponen kompas lainnya berada
·         Jarum, selalu menunjuk arah Utara-Selatan pada posisi bagaimanapun (dengan syarat kompas tidak dipengaruhi oleh medan magnet lain dan jarum tidak terhambat perputarannya)
·         Skala penunjuk, menunjukkan pembagian derajat system mata angin

Jenis-jenis Kompas
Banyak macam kompas yang dapat dipakai dalam suatu perjalanan. Pada umumnya dipakai dua jenis kompas, yaitu kompas bidik (missal kompas prisma) dan kompas orienteering (missalkompas silva). Kompas bidik mudah untuk membidik tapi dalam pembacaan di peta perlu dilengkapi dengan busur derajat dan penggaris segitiga atau dengan protaktor. Kompas silva kurang akurat jika dipakai untuk membidik tetapi banyak membantu dalam pembacaan dan perhitungan di peta. Kompas yang baik pada bagian ujung jarumnya dilapisi fosfor agar dapat terlihat dalam gelap.

Pemakaian Kompas
Kompas dipakai dengan posisi horizontal sesuai dengan arah garis medan magnet bumi. Dalam memakai kompas perlu dijauhkan dari benda-benda yang mengandung logan seperti pisau, golok dan sebagainya. Benda-benda tersebut akan mempengaruhi jarum kompas sehingga ketepatannya akan berkurang.
Cara kalibrasi kompas :
·         Gunakan kompas yang telah distandarisasi
·         Arahkan kompas menuju suatu titik (a) catat besarnya bidikan.
·         Arahkan kompas yang akan dikalibrasi / dikoreksi ke titik A tersebut, catat besarnya bidikan.
·         Angka bidikan kompas standart dikuragi angka bidikan kompas yang di koreksi, hasilnya (+) atau (-) dituliskan pada kompas yang dikoreksi. 
Misal : sudut kompas standart = 45. Sudut yang dikoreksi = 43. Koreksi = +2
Maka pada setip penggunaan kompas bertanda +2 setiap bidikan harus ditambah dengan +2. Begitupun sebaliknya jika tanda koreksi (-), maka hasil bacaan sudut kompas harus dikurangi sebesar koreksi yang tertera pada kompas tersebut.
Setiap 1 kemelesetan bidikan dalam radius 1 Km akan bergeser sejauh 17,5 m. Atau dapat dihitung dengan cara :
sin c = b / a
b = sin d x a
= sin 10 x 1000
= 0,0175 x 1000
= 17,5 m

TEKNIK PETA KOMPAS
Orientasi Peta
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (secara praktis menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Untuk keperluan orientasi ini, kita perlu mengenal tanda-tanda medan yang ada di lokasi. Untuk keperluan praktis utara kompas (utara magnetis) dapat dianggap satu titik dengan utara sebenarnya tanpa memperhitungkan adanya deklinasi.
Langkah-langkah orientasi peta adalah sebagai berikut :
·         Cari tempat yang berpandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok
·         Letakkan peta pada bidang datar
·         Samakan utara peta dengan utara kompas sehingga dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi
·         Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol di sekeliling dan temukan tanda-tanda tersebut di dalam peta. Lanjutkan untuk beberapa tanda medan
·         Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan sebenarnya maupun di peta. Ingat hal-hal yang khas dari setiap tanda medan.

AZIMUTH-BACK AZIMUTH
Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga dengan sudut kompas. Bila kita berjalan dari satu titik ke titik lain dengan sudut kompas tetap (istilah populernya ‘potong kompas’), maka harus diusahakan agar lintasannya berupa satu garis lurus. Untuk itu digunakan teknik back azimuth. Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikkan kompas ke muka dan ke belakang pada jarak tertentu. Misal sudut bidikan kompas adalah 600 (azimuth), maka back azimuthnya adalah 2400.
Besarnya azimuth – back azimuth bisa ditentukan dengan rumus :
Diasumsikan azimuth adalah x, maka,
Jika X < 1800, maka back azimuthnya adalah X + 1800
Jika X > 1800, maka back azimuthnya adalah X – 1800

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1.      Titik awal dan titik akhir perjalanan diplot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung juga sudut dari titik akhir ke titik awal, kebalikan arah perjalanan. Sudut yang terakhir ini adalah sudut back azimuth.
2.      Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan (pohon besar, ujung kampung dan sebagainya). Bidikkan kompas sesuai dengan arah perjalanan kita (sudut kompas).
3.      Perhatikan tanda medan lain di ujung lintasan yang akan dilalui pada arah itu. Setelah sampai pada tanda medan itu, bidikkan kompas kembali ke belakang (sudut back azimuth) untuk mengecek apakah anda berada pada lintasan yang diinginkan. Bergeserlah kekiri dan ke kanan untuk mendapatkan back azimuth yang benar.
4.      Seringkali tidak ada tanda medan yang dapat dijadika sasaran. Dalam hal ini anda dan seorang rekan dapat berfungsi sebagai tanda tersebut.

“mata adalah peta, sedangkan hati adalah kompasnya”






OPENTRIP PENDAKIAN GUNUNG LAWU 3265 MDPL

  OPEN TRIP LAWU MOUNTAIN 3265 Mdpl “With Azimut Adventure” ·          Jadwal Trip : Kapan Saja dan Terjadwal Trip Terjad...